Showing posts with label Pemain Bola Basket. Show all posts
Showing posts with label Pemain Bola Basket. Show all posts

Friday, 8 May 2015

Point Guard Konvensional Boston Celtics


(foto: csnne.com)

Kiprah Evan Turner sebagai pemain profesional dimulai pada tahun 2010, ketika ia memperkuat Philadelphia 76ers selama kurang lebih empat tahun. Ia juga sempat membela Indiana Pacers. Kendati demikian, bisa dikatakan karirnya redup di dua tim tersebut, hingga akhirnya pelatih Brad Stevens, datang membawanya ke Boston Celtics dan berupaya menyelamatkan karirnya.

Stevens merekrut pemain bola basket berusia 26 tahun tersebut ke Celtics, sebagai pengganti Rajon Rondo, playmaker tim, yang hengkang ke Dallas Mavericks. Nama Turner sendiri jelas kalah benderang jika dikomparasi dengan pemain seangkatannya pada draft 2010, seperti Paul George (Indiana Pacers), John Wall (Washington Wizards), maupun DeMarcus Cousins (Sacramento Kings). Tetapi, perlahan Stevens berhasil membangunkan "raksasa" yang sedang terlelap di dalam diri Turner.

Stevens menganggap Turner cocok dengan sistem permainan Celtics. Meskipun begitu, Turner sendiri mencoba untuk merendah atas kemampuannya sebagai point guard. "Skill individual saya tidak terlalu menonjol. Tugas saya hanyalah mengumpan dan mempermudah rekan setim untuk mencetak angka. Saya juga harus selalu sigap untuk menjadi orang pertama yang melakukan defense ketika bola dikuasai lawan," kata Turner.

Turner melanjutkan, bahwa dirinya tidak seperti point guard pada umumnya yang bertipikal cepat dan penuh tipuan seperti John Wall ataupun Russell Westbrook, atau hebat dalam melakukan three point shot seperti Stephen Curry. Ia cenderung menilai dirinya sebagai point guard konvensional.

Lalu, apakah Turner mampu membalas kepercayaan Brad Stevens, dan sekaligus menjadi bintang NBA seperti yang sudah diprediksi oleh banyak orang?

Grizzlies Melaju ke Semifinal


(foto: wreg.com)

Memphis Grizzlies menjadi tim ketiga yang berhak maju ke babak semifinal NBA Play off 2015. Kepastian ini didapat setelah mereka berhasil membenamkan Portland Trail Blazers pada gim ke-5, Kamis (30/4). Bermain di markas sendiri, FedEx Forum, Grizzlies berhasil mengalahkan Blazers dengan skor 99-93. Mereka pun mengalahkan Blazers degnan agregat 4-1.

Meskipun demikian, kemenangan ini tidak didapatkan dengan mudah. Kendati memimpin perolehan poin di sepanjang pertandingan, Blazers selalu menempel Grizzlies dengan ketat. Drama tersaji di kuarter terakhir, tepatnya di 15 detik terakhir menjelang laga usai. Damian Lillard cs sempat memangkas selisih angka menjadi 93-97. Namun, dua lemparan bebas dari pemain bola basket Grizzlies, Courtney Lee, akhirnya berhasil menyelamatkan muka tim dari kekalahan.

Center andalan Grizzlies, Marc Gasol, menjadi pemain bola basket terbaik laga dengan raihan double-doublenya, yakni 26 poin dan 14 rebound. Sedangkan dari pihak lawan, CJ McCollum dan Damian Lillard berhasil meraih 33 poin dan 22 poin. Grizzlies akan berhadapan dengan Golden State Warriors di babak semifinal.

Kegemilangan Westbrook Sia-sia


(foto: ist)

Oklahoma City Thunder tidak mampu mengalahkan Indiana Pacers dalam partai lanjutan NBA 2014/15, Minggu (12/4). Roy Hibbert cs berhasil membenamkan OKC dengan skor 116-104. Hasil ini menjadi ironis sebab pemain bola basket andalan OKC, Russell Westbrook, bermain apik dengan mencatat angka tertinggi 54 poin.

"Di setiap pertandingan saya selalu berusaha lebih keras dibanding pemain manapun di liga ini," kata Westbrook yang sukses mencetak raihan angka tertingginya di musim ini. Penyesalan pun dirasakan oleh pelatih OKC, Scott Brooks. Hal ini ia ungkapkan pasca laga. "Kami sedang mengalami masa yang buruk ditambah kami tidak dapat memaksimalkan free throw shot. Kami harus tetap bersatu dan berjuang lagi di pertandingan berikutnya."

Di pihak lain, Frank Vogel, pelatih Pacers, memuji perjuangan yang diperlihatkan oleh para pemainnya di sepanjang laga. "Jika Anda berhasil masuk ke babak play off, maka Anda memiliki kesempatan untuk meraih sesuatu yang hebat."


LeBron, Bintang NBA Terpopuler


(foto: gq.com)

Pemain bola basket andalan Cleveland Cavaliers, LeBron James, kembali berhasil menjadi pebasket NBA paling populer, berdasarkan penjualan jersey. Raihan ini semakin menegaskan superioritas King James, yang sudah menduduki peringkat pertama selama 6 musim terakhir. Peringkat ini dinilai berdasarkan angka penjualan jersey basket NBA di NBA Store.com sejak dimulainya musim 2014/15.

Dibawah LeBron, ada empat bintang NBA lainnya, yaitu Stephen Curry (Golden State Warriors), Kobe Bryant (LA Lakers), Kevin Durant (Oklahoma City Thunder), dan Derrick Rose (Chicago Bulls). Cukup menarik melihat fakta di mana Kobe, Durant, dan Rose tetap menjadi pilihan banyak orang, mengingat performa ketiganya cukup menurun di musim ini, akibat terpaan cedera. 

Berikut adalah daftar lengkap jersey pebasket NBA terpopuler:

1. LeBron James (Cleveland Cavaliers)
2. Stephen Curry (Golden State Warriors) 
3. Kobe Bryant (LA Lakers) 
4. Kevin Durant (Oklahoma City Thunder)
5. Derrick Rose (Chicago Bulls)
6. Kyrie Irving (Cleveland Cavaliers)
7. Tim Duncan (San Antonio Spurs)
8. Carmelo Anthony (New York Knicks)
9. Dwyane Wade (Miami Heat)
10. Blake Griffin (LA Clippers)
11. Damian Lillard (Portland Trail Blazers)
12. Russell Westbrook (Oklahoma City Thunder)
13. John Wall (Washington Wizards)
14. Dirk Nowitzki (Dallas Mavericks)
15. Chris Paul (LA Clippers)





"Macho"nya Sepatu Nike LeBron XII


(foto: sneakernews.com)

Jika Anda sudah merasa jenuh dengan model sepatu basket yang colorful dan penuh corak, lalu ingin mencoba sepatu dengan model yang lebih "gahar", mungkin Nike LeBron XII bisa menjadi pilihan pertama. Sepatu yang dipakai oleh pemain bola basket LeBron James ini, didominasi oleh paduan warna gelap seperti emas, merah tua, dan hitam, sepatu ini juga terlihat elegan.

Penjelasan di atas baru sebatas tampilan luarnya saja. Lalu, bagaimana dengan atribut sepatu Nike LeBron XII secara fungsional? Ini jauh lebih baik dari yang bisa Anda bayangkan. Berikut keterangannya:

  1. Material yang digunakan juga cukup bagus. Penggunaan foamposite membuat sepatu ini terasa lebih ringan.
  2. Daya cengkram sepatu ini begitu cukup tidak lumrah dibanding sepatu basket biasanya. Tekstur bergelombang mata kecilnya dapat meminimalisir gesekan ketika kaki menghantam lantai.
  3. Corak desainnnya begitu kokoh dan berkarakter. Sangat lepas dari kesan manis, dan menimbulkan sisi "kejam" yang dapat mengintimidasi lawan.  
  4. Satu-satunya kekurangan pada sepatu ini mungkin di bagian midsole nya yang terlalu tebal, kaku dan tidak cukup lentur.
Sepatu jenis ini cukup kuat sehingga cocok dipakai oleh para post player yang menginginkan proteksi maksimal di bawah ring, ketika beradu kontak fisik dengan banyak defender lawan. Selain tahan lama, bahan interiornya juga bisa diandalkan dalam mencegah terjadinya lecet pada kaki. 


Thursday, 30 April 2015

Laju Kevin Durant Terhenti


(foto: ist)

Dikabarkan, Kevin Durant harus absen membela Oklahoma City Thunder hingga akhir musim NBA 2014/15 ini. Ia harus menjalani proses pemulihan pasca menjalani operasi pemulihan cedera kaki kanannya. Oktober tahun lalu, pemain bola basket peraih MVP tahun lalu ini mengalami cedera patah tulang di pangkal kelingking kanannya. Tak pelak operasi pun harus dilakukan.

Namun, sayangnya, operasi saat itu belum memulihkan kondisi cedera Durant secara sempurna. Bahkan kondisi cedera Durant berangsur-angsur memburuk dan tidak ada progres. Oleh sebab itu, terpaksa ia harus menjalani prosedur cangkok tulang.

"Kami tahu pasti setiap orang kecewa atas cederanya Kevin Durant, tetapi kami telah diyakinkan bahwa prosedur pencakokan tulang ini dapat mempertahankan kesehatan dan stabilitas seorang pemain dalam jangka panjang," ujar Presti.

Cedera KD yang untuk kesekian kali ini, mengundang simpati banyak bintang NBA, salah satunya adalah LeBron James. "Kami berdua bersaudara. Ia (Durant) berarti banyak dalam permainan ini dan tentu berarti besar bagi keluarga OKC, dan saya berharap yang terbaik untuknya dan semoga ia cepat pulih."

Bagi para pecinta NBA, tentu kehilangan sosok Durant sebuah kerugian besar karena permainannya yang selalu impresif. Semoga lekas sembuh, KD!


Si Kutu Loncat Pindah ke Clippers


(foto: ist)

Sungguh lucu perjalanan karir seorang Nate Robinson. Juara tiga kali kontes slam dunk ini sudah berkali-kali pindah klub. Jika ditotal, maka Robinson sudah memperkuat 7 tim berbeda di sepanjang karirnya di NBA. Sebut saja New York Knicks (2005-2010), Boston Celtics (2010-2011), Oklahoma City Thunder (2011), Golden State Warriors (2012), Chicago Bulls (2012-2013), Denver Nuggets (2013-2015), dan terakhir Los Angeles Clippers (2015).

Pelatih Clippers, Doc Rivers, menarik Robinson karena salah satu pemain andalannya, Jamal Crawford, menderita cedera betis kanan, minggu lalu. "Saya perlu pemain yang berpengalaman. Kami membutuhkan kemampuan dan pengalaman Nate (Robinson). Saya tahu Nate sebab saya dulu sempat melatihnya," kata Rivers.

Rivers pernah melatih point guard dengan tinggi 175 cm ini saat dirinya masih melatih Boston Celtics sekitar lima tahun lalu. Mendapatkan kesempatan emas ini, Robinson mengaku senang dan akan membayar kepercayaan sang pelatih. Tentu menarik ditunggu kolaborasi duo pemain bola basket guard antara Chris Paul dengan Nate Robinson menghancurkan pertahanan tim lawan. 

Korver, Three Point Shot Tiga Kali Beruntun


(foto: ist)

Jika ada salah satu pemain bola basket NBA yang namanya tengah melambung, maka Kyle Korver bisa masuk ke dalam 10 besar. Memulai karir profesionalnya bersama tim Philadelphia 76ers pada tahun 2003, serta pernah juga memperkuat Utah Jazz dan Chicago Bulls, bisa dikatakan performa terbaik Korver keluar setelah memperkuat Atlanta Hawks, khususnya musim ini.

Korver dikenal sebagai swingman yang mempunyai kapasitas shooting yang hebat. Tembakan tiga angkanya selalu memukau. Three point shot baginya sudah seperti bernapasnya orang-orang normal. Salah satunya terlihat saat Hawks mengalahkan Milwaukee Bucks 101-88, dalam partai lanjutan liga NBA beberapa waktu lalu.

Ia sukses mencetak three point shot dari arah manapun. Pebasket veteran berusia 34 tahun ini mampu membuat tembakan yang mustahil, menjadi terlihat mudah. Di laga ini, bahkan ia mampu mencetak three point shot sebanyak tiga kali berturut-turut dari berbagai sudut lapangan. Luar biasa!


Si Jenggot Lebat Bawa Rockets ke Semifinal


(foto: sportsonearth)

Houston Rockets sukses meraih kemenangan ke-4 atas Dallas Mavericks, sehingga mereka berhak lolos ke babak semifinal. Pemain bola basket nyentrik, James Harden, memimpin timnya bermain apik. Ia sendiri berhasil menyumbang 28 poin dan 8 assist. Bermain di markas sendiri, Toyota Center, membuat para penggawa Rockets bermain lepas sehingga mereka mampu mengalahkan Mavericks dengan skor akhir 103-94.

Tak hanya memberikan kemenangan, Harden juga berhasil memberikan atraksi yang memikat mata para penonton. Seolah ia melakukan gaya streetball di tengah pertandingan basket konvensional. Dalam suatu momen, Harden mendemonstrasikan no look pass, yang dilanjutkan dengan sebuah dunk apik dari Terrence Jones. Jadi, sah-sah saja jika Harden dianggap cukup pantas terpilih menjadi MVP musim ini.

Dwight Howard, center Rockets yang sempat absen lama karena cedera, juga menampilkan performa cemerlang. Dalam pertandingan ini, Howard membukukan double-double yakni 18 poin dan 19 rebound. 


Spurs Bersaing Sengit dengan Clippers


(foto: streaming-foot.me)
Tidak mudah bagi San Antonio Spurs mengalahkan LA Clippers dalam lanjutan babak play off. Bermain di Staples Center, Rabu (29/4), Spurs cukup kesulitan meladeni tuan rumah sehingga sempat tertinggal 53-54 di kuarter kedua. Keberuntungan dianggap pihak Spurs yang menyelamatkan timnya.

"Saya bisa katakan bahwa kami mendapatkan keberuntungan di pertandingan ini," kata Manu Ginobili, pemain bola basket asal Argentina, yang telah cukup lama membela Spurs.

Pencetak angka tertinggi di pertandingan ini dipegang oleh pemain Clippers, Blake Griffin, dengan 30 poin. Griffin juga mampu menghasilkan 14 rebound. Kegemilangan Blake Griffin. Point guard Chris Paul menyusul di belakangnya dengan raihan 19 poin. Sedangkan di pihak Spurs, Tim Duncan memimpin raihan angka dengan 21 poin, Kawhi Leonard 18 poin, dan Tony Parker menorehkan 13 poin.






Tuesday, 28 April 2015

Cavaliers Lanjutkan Tren Positif


(foto: hoopshabit.com)

Torehan positif sukses dihasilkan oleh Cleveland Cavaliers. Tim yang diasuh oleh David Blatt ini berhasil mengalahkan tim tuan rumah Milwaukee Bucks 104-99 dalam partai lanjutan NBA, Kamis (9/4). Bisa dikatakan Cavaliers mendominasi dari awal hingga akhir kuarter.

Point guard Cavaliers, Kyrie Irving menjadi aktor utama atas kemenangan timnya dengan raihan 27 poin dan 9 assist. Sedangkan pemain bola basket bintang, LeBron James, turut menyumbangkan 21 poin tambahan bagi Cavaliers. Kemudian di pihak seberang, Michael Carter-Williams dan Zaza Pachulia menghasilkan 30 poin dan 19 poin bagi Bucks.

Kini, Cavaliers tengah berada di peringkat kedua klasemen wilayah Timur. Mereka juga sudah menyimpan tiket babak play-off. Sedangkan Bucks sekarang masih berada di peringkat keenam klasemen wilayah Timur.

Chicago Bulls Tim NBA Terpopuler


(foto: nba.com)

Chicago Bulls sukses menempati urutan teratas dalam daftar angka penjualan merchandise keseluruhan tim NBA. Ini merupakan pencapaian pertama Bulls sejak mereka pernah menduduki peringkat pertama atas penjualan merchandise, pada musim 2011/12 lalu. 

Tidak heran, mengingat pemain bola basket asuhan Tom Thibodeau merupakan tim penuh historis dan prestasi sehingga memiliki banyak penggemar yang tersebar di seluruh belahan dunia. Di musim ini mereka juga menjadi kandidat utama dalam meraih gelar championship. Joakim Noah cs menjadi penantang serius NBA di tahun ini.

Di sisi lain, cukup aneh tidak ada nama San Antonio Spurs, sang juara bertahan, dan finalis NBA musim lalu, Miami Heat, di deretan 5 besar daftar penjualan merchandise terbaik ini. Posisi mereka digantikan oleh Cleveland Cavaliers, Golden State Warriors, LA Lakers, dan Oklahoma City Thunder yang berada di bawah Bulls.

Berikut adalah daftar tim terpopuler berdasarkan penjualan merchandise:

1. Chicago Bulls
2. Cleveland Cavaliers
3. Golden State Warriors
4. Los Angeles Lakers
5. Oklahoma City Thunder
6. San Antonio Spurs
7. New York Knicks
8. Miami Heat
9. Boston Celtics
10. Los Angeles Clippers

Kobe Ledek LeBron


(foto: ist)
Masihkah pertandingan antara LA Lakers melawan Cleveland Cavaliers masih layak disebut sebagai big match? Mengingat posisi Lakers yang tengah terpuruk di musim ini, rasanya sebutan pertandingan besar tidak cocok untuk saat ini. Namun, akan selalu ada cerita jika Kobe Bryant dan LeBron James berduel di atas lapangan.

Di laga tersebut, LeBron menjadi bintang lapangan dengan mencatatkan angka tertinggi, 36 poin. Sedangkan sang senior, Kobe Bryant, hanya mampu mengemas 19 poin bagi timnya. Akan tetapi, superstar tetap lah seorang manusia, yang tidak pernah luput dari kesalahan

Hal ini terlihat ketika Cavaliers melakukan fastbreak cepat ke daerah pertahanan Lakers. Irving membuka serangan dengan memberikan passing alley oop kepada LeBron. LeBron, pemain bola basket berposisi small forward tersebut, langsung berinisiatif melakukan dunk. Namun sayang, niat ia melakukan dunk menemui kegagalan. Bola malah memantul ring, dan keluar dari lapangan. Kobe pun tertawa melihat hal tersebut. 

Panasnya tensi laga seketika mencair ketika dua bintang NBA tersebut saling melempar canda dan senyum. RESPECT!




Nets Pecundangi Cavaliers


(foto: ist)


Duel sengit tersaji dalam partai lanjutan NBA musim 2014/15. Brooklyn Nets susah payah berhasil mengalahkan Cleveland Cavaliers dengan skor 106-98. Sampai akhir kuarter kedua, Nets hanya mampu mengungguli Cavaliers tipis 57-56. Namun, di kuarter ketiga, Irving cs sempat unggul 79-78 sebelum akhirnya disamakan angkanya oleh free throw shot Jarett Jack (point guard Nets).

Situasi mulai bisa ditebak, di kuarter keempat, ketika Cavaliers tunduk oleh dominasi skuad asuhan Lionel Hollins tersebut. Pasukan David Blatt tersebut hanya mampu menambah 19 poin tambahan, sedangkan Nets mampu mencetak 27 poin. Padahal, pemain bola basket andalan Cavaliers, Kyrie Irving menjadi pencetak angka tertinggi, yakni 26 poin di laga ini. 

"Tidak ada alasan apapun. Yang jelas, tim mereka (Nets) bermain lebih baik dari kami malam ini," aku King James. Senada dengan LeBron, pelatih Cavaliers, David Blatt, juga menyesali permainan buruk anak asuhnya. "Kami tidak bermain bagus hari ini. Kami tidak bermain seperti biasanya."

Rambut Nick Young Mirip Cacing


(foto: ist)

Nick Young kini tampil dengan gaya rambut baru. Kekasih rapper seksi Iggy Azalea ini kini memiliki gaya rambut keriwil-keriwil kecil. Melihat penampilan nyentrik anak asuhnya tersebut, Byron Scott (pelatih LA Lakers) meledek Young.

"Sepertinya, ia (Young) baru saja kalah bertaruh, makanya terdapat sekelompok cacing di atas kepalanya," canda Scott. 

Cukup unik melihat fakta bahwa hubungan antara pelatih dan pemain yang umumnya kaku, namun itu tidak terjadi di antara Byron Scott dengan Nick Young. Bahkan Young menanggapi pernyataan sang pelatih dengan candaan berbau "pembalasan". Pemain bola basket berusia 29 tahun ini meledek kepala pelontos Scott. "Ia (Scott) berkata seperti itu karena iri, rambutnya sudah lama tidak pernah tumbuh kembali."

Stigma hubungan kaku antara pelatih dengan para pemainnya ternyata tidak terjadi pada Scott dengan Young. Bahkan, Young sendiri menanggapi pernyataan sang pelatih dengan candaan sekaligus meledek balik. "Ia (Scott) bisa berkata seperti itu karena iri, rambutnya sudah lama tidak pernah tumbuh," kata Young. Scott memang memiliki kepala plontos.

Kembali membahas tentang rambutnya, Young menyatakan bagaimana ia mendapatkan inspirasi. "Suatu waktu saya sedang berada di rumah dan menonton film Booty Call dan saya berkata bahwa gaya rambut Jaime Foxx keren, dan saya ingin mencoba bergaya seperti itu."


Wednesday, 15 April 2015

Nike atau Under Armour?


(foto: sneaker411.com)

Salah satu produsen apparel terkemuka di dunia, Adidas, telah memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasamanya dengan NBA. Durasi kontrak kedua pihak ini hanya sampai musim 2016/17. "Kami memutuskan untuk tidak memperpanjang kontrak kerjasama kami dengan pihak NBA," begitu rilis Adidas.

Adidas telah memutuskan untuk merampingkan bisnis, berinvestasi di sektor lain, serta membangun strategi baru ke depannya. Namun, bukan berarti Adidas melepas perannya di NBA begitu saja. Adidas menyatakan bahwa mereka tetap akan mendukung atau mengendorse lebih banyak pemain bola basket NBA di masa depan. Saat ini, beberapa bintang NBA yang telah diendorse oleh NBA di antaranya Derrick Rose (Chicago Bulls), Damian Lillard (Portland Trali Blazers), juga John Wall (Washington Wizards).

Lalu, kira-kira siapa yang akan menggantikan Adidas sebagai sponsor utama jersey NBA di tahun 2017? Nama Nike dan Under Armour menjadi dua yang terdepan. Khusus untuk Nike, merk apparel raksasa ini sempat menjadi sponsor Jersey NBA sebelum akhirnya di tahun 2014 digantikan oleh Adidas.




Bigmatch: Warriors Kalahkan Hawks


(foto: atlallday.com)

Kamis (19/3), Golden State Warriors berhasil mengalahkan Atlanta Hawks dengan skor 114-95. Pemain bola basket Stephen Curry menjadi bintang lapangan dengan raihan double-doublenya, 16 poin dan 12 assist. Kolaborasi dua forward Draymond Green dan Harrison Barnes juga tampil apik dengan sumbangan 43 poin bagi Warriors di pertandingan ini.

Kemenangan ini seolah menjadi sweet revenge bagi Warriors yang pada pertemuan pertama dipaksa menyerah oleh Hawks dengan skor 124-116. Curry pun menyatakan kepuasannya bisa mengalahkan musuh bebuyutannya tersebut. "Kami jelas ingin mengalahkan mereka sebab mereka telah memberikan hasil buruk bagi kami di Atlanta waktu itu."

Sebagai catatan, Golden State Warriors begitu superior ketika bermain di kandang mereka sendiri, Oracle Arena. Di sana mereka berhasil menghasilkan 31 kemenangan dan hanya mengalami 2 kekalahan saja. Jadi, tim-tim NBA lain harus waspada tiap kali bertandang ke markas Warriors.


Allen Iverson Ingin Kembali ke Sixers


(foto: ist)

Allen Iverson baru-baru ini menyatakan minatnya untuk kembali memperkuat Philadephia 76ers di NBA, tetapi yang jelas bukan sebagai pemain bola basket. Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, Iverson cukup tahu diri menilai kondisi fisiknya saat ini. 

Di usianya yang sudah menginjak 39 tahun, Iverson tentu cukup "tahu diri" untuk tidak kembali ke Sixers sebagai pemain. Ia sangat menginginkan jabatan staf di departemen front office tim yang teramat dicintainya tersebut.

"Saya memiliki hubungan yang sangat baik dengan para fans Sixers, kota ini (Philadelphia) dan juga organisasi tim," ujar Iverson, yang kerap menganggap dirinya sebagai seorang "Sixer for Life". Ketertarikan Iverson terhadap jabatan itu cukup masuk akal, di mana ia, sebagai fans berat Philadelphia 76ers, ingin sekali menuangkan segala idenya demi kemajuan tim.

Ini seperti suatu kemajuan tersendiri bagi seorang Iverson. Sifatnya yang 'bengal' dan kontroversial ini memang harus diredam dengan mengikuti ragam kegiatan formal. Siapa tahu, ini bisa menjadi batu loncatan karir Iverson untuk menjadi pelatih hebat di masa mendatang.


James Harden dan LeBron James Berkelahi


(foto: ist)

Selasa (3/3) Houston Rockets berhasil mengalahkan Cleveland Cavaliers dengan skor 105-103. Namun, bukan itu topik utama sesungguhnya. Di pertandingan tersebut, Harden kedapatan menendang "bagian terlarang" LeBron James, saat keduanya berebut bola. Hasilnya, Harden mendapatkan flagrant foul atas tindakan negatifnya itu. 

Di kuarter ketiga, Rockets sedang mengungguli Cavaliers 78-67. LeBron mencoba rebut bola dari penguasaan Harden dengan sengit sekali, hingga menyebabkan Harden terjatuh ke lantai lapangan. Kemudian, secara reflek Harden menendang bagian selangkangan LeBron. Keributan kecil pun tak terhindarkan, sebelum akhirnya kedua pemain bola basket andal itu dipisahkan oleh rekan-rekan setim mereka.

"Itu bukan permainan basket dan pengurus liga sudah sepatutnya melihat hal ini. Saya juga bingung kenapa ia (Harden) bisa melakukan hal tersebut," ujar LeBron. 

Tensi laga di atas lapangan ternyata dapat membuat segala sesuatunya mungkin. Padahal, Harden dan LeBron berteman baik di luar lapangan, dan pernah menjadi partner di timnas basket Amerika Serikat. Atas tindakannya ini, Harden harus menerima konsekuensi berupa hukuman larangan bermain di satu pertandingan.



Kevin Garnett Ngefans Chelsea FC


(foto: ist)

Berbicara tentang olahraga basket dan sepakbola selalu menarik. Kedua olahraga tersebut tentu memiliki cara bermain yang berbeda, dan yang pasti memiliki fans masing-masing. Tapi bagaimana jadinya kalau ternyata pemain bola basket NBA menyukai sepakbola?

Seperti diketahui, banyak bintang NBA banyak yang menjalin persahabatan dengan bintang sepakbola. Sebut saja Steve Nash dan Tony Parker yang berkawan dekat dengan Thierry Henry, legenda sepakbola Arsenal asal Prancis. Selain itu, ada power forward milik Chicago Bulls, Pau Gasol, yang juga berteman dengan pemain sepakbola asal Spanyol, Carles Puyol dan Pique.

Kali ini pemain NBA yang akan dibahas adalah forward Minnesota Timberwolves, Kevin Garnett. Ia adalah fans berat klub BPL, Chelsea. Sebagai klub sepakbola raksasa Inggris dan Eropa, Chelsea memang memiliki fanbase besar di seantero dunia. Pernah suatu kali Garnett bertemu para pemain Chelsea yang sedang menjalani tur pramusim di Amerika. Ada momen menarik saat pemain bertahan merangkap kapten Chelsea, John Terry, memberikan jersey Chelsea kepada Garnett.  

Sontak saja pebasket  berusia 38 tahun ini pun senang bukan kepalang, ditambah jersey tersebut bertuliskan nama GARNETT di punggungnya. Eks andalan Boston Celtics ini pun kini menjadi sahabat Didier Drogba, striker Chelsea. Ya, Garnett yang semasa remaja sempat menekuni sepakbola ini bahkan pernah rela menyambangi training ground Chelsea, saat skuad Mourinho tersebut ketika sedang menjalani latihan di Los Angeles, demi menemui sahabatnya itu.