Wednesday, 15 April 2015

Tony Parker Pimpin Spurs Raih Kemenangan


(foto: airalamo.com)

San Antonio Spurs bak raksasa yang sudah terbangun dari tidurnya. Sempat terpuruk di awal musim, sang juara bertahan menggila jelang babak play-off berlangsung. Mereka berhasil meraih sembilan kemenangan berturut-turut, ketika mengalahkan Houston Rockets 110-98, Kamis (9/4). 

Dominasi Tim Duncan cs sudah jelas tampak terlihat sejak awal. Di akhir kuarter kedua saja, mereka sudah mengungguli Rockets dengan skor 57-53. Sedangkan di kuarter ketiga, Spurs semakin memperlebar jarak dari rivalnya tersebut menjadi 85-71. Hingga akhir kuarter keempat, James Harden cs tak kuasa menahan laju Spurs. Tony Parker menjadi bintang lapangan dengan torehan 27 poinnya.

"Dia (Parker) bermain dengan baik," kata Gregg Popovich, pelatih Spurs, memuji pemain bola basket asal Prancis tersebut. 

Dengan ini Spurs kini menduduki peringkat ke-6 di klasemen wilayah Barat. Sedangkan Rockets masih bertengger di peringkat ke-3 klasemen wilayah Barat.

Torehan 50 Poin James Harden


(foto: ohmyread.com)

Kamis (19/03), menjadi hari bersejarah bagi James Harden. Pemain bola basket nyentrik ini mencetak angka tertinggi di sepanjang karirnya, yakni 50 poin, saat timnya, Houston Rockets menumpas Denver Nuggets 118-108. Di pertandingan tersebut, Harden juga menorehkan double-double karena ia juga menghasilkan 10 rebound.

Harden tampil begitu menggila. Mungkin saja itu juga dikarenakan oleh faktor kedatangan Hakeem Olajuwon dan Clyde Drexler, yang menonton dari pinggir lapangan. Olajuwon dan Drexler adalah dua legenda Rockets yang pernah memberikan gelar championship bagi timnya tersebut di tahun 1994 dan 1995.

Pujian datang dari arsitek utama Houston Rockets, Kevin Mc Hale, seusai laga. "Tentu sangat sulit bisa mencetak 50 poin dalam satu pertandingan dan ini merupakan sesuatu yang tidak semua orang mampu melakukannya."
Tidak selesai sampai di situ, ujian pun datang dari pihak lawan atas penampilan hebat Harden. "Jelas, ia (Harden) akan menjadi MVP tahun ini," kata Randy Foye, guard Nuggets.



Wednesday, 8 April 2015

Cavaliers Susah Payah Kalahkan Nets


(foto: nba.com)
Cleveland Cavaliers harus melalui perjuangan ekstra keras kala menjamu Brooklyn Nets di Quicken Loans Arena, Kamis (19/3). Beruntung, Kyrie Irving cs berhasil mengalahkan Nets 117-92 di akhir laga. Padahal di awal laga, bisa dikatakan mereka bermain buruk, di mana Nets sempat mengungguli Cavaliers 26-23. Di kuarter ini para pemain bola basket Cavaliers mencatatkan 6 turnover.

Di kuarter kedua, mereka perlahan bangkit dan unggul 59-47. Performa positif ini berlanjut di kuarter ketiga ketika skuad asuhan David Blatt ini unggul jauh 94-73. Hingga akhir laga mereka unggul, LeBron James mengakui kesulitan menghadapi Nets. "Pertandingan pertama setelah laga tandang selalu sulit. Kami hanya perlu menemukan ritme permainan."

Dua pemain anyar Cavaliers, JR Smith dan Timothy Mozgov sama-sama menorehkan 17 poin, sedangkan Irving menambahkan 12 poin bagi Cavaliers. 



Banyak Pebasket NBA Benci Griffin?


(foto: ist)
Blake Griffin merupakan pemain bola basket dengan stamina di atas rata-rata, fisik tangguh, determinasi tanpa kompromi, serta memiliki dunk yang powerful. 

Meskipun begitu, tidak berarti dengan atribut lengkapnya tersebut serta merta ia disukai oleh orang lain. Griffin sendiri mengakui bahwa ada beberapa pemain lawan di NBA yang membenci dirinya. Ia juga kerap dicibir oleh para pebasket NBA lainnya karena terlalu sering membintangi iklan TV Komersial. Sebagai catatan, pernah membintangi iklan mobil KIA, dan yang terbaru adalah membintangi iklan GQ magazine.

"Saya cenderung bermain mengandalkan fisik di lapangan, karena saya bertubuh besar, dan saya pikir bahwa terkadang saya terlalu keras mendorong lawan dan saya sama sekali tidak menyadari hal tersebut," ujar Griffin. "Seketika mereka membalas saya, dan saya seperti, 'Oh, Tuhan!' Balasan dan reaksi yang mereka berikan kepada saya bahkan lebih buruk."

Lalu Griffin mencoba menanggapi sindiran Klay Thompson (shooting guard Oklahoma City Thunder) pada babak play off musim lalu, yang kala itu menyebut Griffin seperti Bull in a china shop ketika berada di tengah lapangan. Bull in a china shop adalah sebuah idiom yang kurang lebih bermakna ceroboh, tidak memiliki kendali diri dan cenderung brutal.

Penggawa LA Clippers ini juga merasa bahwa sebagian orang, dalam hal ini lawannya di NBA, bisa saja merasa iri pada dirinya karena kerap membintangi sejumlah iklan komersial. "Dan mungkin secara tidak langsung ini memberikan efek sendiri terhadap perlakuan mereka kepada saya di atas lapangan," tutup Griffin.





Pemain Bola Basket Ini Pensiun

info pertandingan basket | info kompetisi basket

(foto: interaksyon.com)

NBA kehilangan salah satu pebasket pentingnya, yang baru saja memutuskan untuk pensiun dari dunia basket. Ia adalah Steve Nash. Pemain bola basket yang terakhir membela LA Lakers ini memang dalam beberapa tahun terakhir lebih sering berjuang di ruang perawatan ketimbang berjuan di atas lapangan. 

Nash, yang terakhir dibelit cedera punggung ini pernah membela Phoenix Suns dan Dallas Mavericks, sebelum akhirnya memperkuat Lakers tahun 2012 lalu. Namun, bisa dikatakan bahwa bersama Suns lah karirnya memukau, di mana ia mendapatkan gelar MVP sebanyak 2 kali di tahun 2005 dan 2006. Sedangkan bersama Lakers, ia lebih banyak menderita cedera.

"Hadiah terbaik dalam hidup adalah ketika Anda bisa berpartisipasi penuh di dalam sesuatu hal yang amat Anda cintai dan gemari," ujar Nash. Pria berusia 31 tahun ini mengakhiri karirnya dengan torehan 10.335 assist, terbanyak ketiga dalam sejarah NBA, di bawah John Stockton dan Jason Kidd. 

"Saya mungkin tidak akan pernah bermain basket lagi. Ini sungguh menyenangkan sekaligus pahit secara bersamaan. Bahkan saya sudah merindukan bermain basket sejak sekarang, akan tetapi saya tetap akan mencoba sesuatu hal yang baru," ujar Nash. So long, legend!






Pau Gasol Cetak Double-Double


(foto: ist)
Sabtu (4/4), sekali lagi Chicago Bulls membuktikan bahwa mereka tidak bisa menjadi tuan rumah yang baik bagi sang tamu. Detroit Pistons dilumatnya dengan skor 88-82, di United Center. Rivalitas kedua tim membuat pertandingan ini berjalan seru, dengan selisih angka terakhir yang cukup tipis. Pau Gasol bisa dikatakan sebagai pemain terbaik di laga tersebut.

Pemain bola basket berkebangsaan Spanyol ini sukses mencetak double-double, 26 poin dan 10 rebound. "Saya hanya mencoba membayar dua permainan buruk di dua laga terakhir kami," kata Gasol.

Sedangkan bicara tentang rebound, Stan Van Gundy, pelatih Pistons, menyesali kemampuan anak asuhnya dalam hal ini. Pasukan Pistons kalah cukup telak dalam melakukan rebound dibandingkan dengan para pemain Bulls. "Mereka (Bulls) mampu menorehkan 19 offensive rebound, sehingga jelas mereka memenangkan ini ketimbang kami. Kami juga memiliki 18 turnover," ujar Van Gundy tidak bisa menutupi kekecewaannya

Bigman Bulls, Joakim Noah, turut menyumbangkan 6 poin dan 10 assist. Sedangkan Jimmy Butler menghasilkan 18 poin tambahan untuk Bulls. Sedangkan di pihak berlawanan, point guard Pistons, Reggie Jackson, berhasil menorehkan 22 poin bagi timnya.




Ricky Rubio Mundur dari NBA


(foto: fansided.com)

Ricky Rubio divonis harus absen hingga akhir musim ini, setelah menjalani operasi pada lutut kirinya yang cedera. Hal ini dikonfirmasi langsung oleh Flip Saunders, pelatih tim Minnesota Timberwolves. Ia menilai di sisa 6 laga terakhir babak reguler, alangkah lebih baik bila Rubio fokus penuh terhadap pemulihan cederanya.

"Tidak ada gunanya lagi ia (Rubio) bermain. Kami pikir proses rehabilitasi terhadap Rubio yang kami lakukan akan membantunya. Kami betul-betul ingin memastikan bahwa tidak ada hal buruk lain yang terjadi padanya," kata Saunders.

Statistik Rubio saat masih aktif bermain di musim ini adalah 10.3 poin, 5.7 rebound, dan 8.8 assist per game. Sebuah catatan yang kurang bagus. Terpaan cedera memang menghambat performa pemain bola basket Spanyol tersebut di musim ini. Cepat sembuh, Rubio!