Tuesday, 31 March 2015

Westbrook Sukses Kawal Ketat Wade


(foto: rantsports.com)

Russell Westbrook semakin menggila! Ia berhasil mencetak triple-doublenya yang ke 10 di sepanjang musim ini, ketika timnya, Oklahoma City Thunder mengalahkan Miami Heat 93-75, Senin (23/3). Triple-doublenya terdiri dari 12 poin, 10 rebound, dan 17 assist.

Performa pemain bola basket kelahiran California ini memang sangat menonjol, bahkan ketika kedua pemain andalan tim lainnya, Kevin Durant dan Serge Ibaka, absen karena cedera. Kesuksesan OKC mengalahkan Heat juga dikarenakan keberhasilan Westbrook meredam laju pemain jenius lawan, Dwyane Wade, hampir di sepanjang laga.

"Saya menjaganya (Wade) secara ketat, sehingga ia kesulitan," ujar Westbrook. Atas kemenangan ini, posisi OKC masih tetap berada di peringkat ke-8 klasemen western conference, alias batas akhir tim yang bisa mengikuti zona play off. Akankah mereka mampu mempertahankan permainan terbaik mereka?

Wade Angkat Moral Wiggins


(foto: ist)
Semua orang setuju bahwa olahraga basket lekat dengan yang namanya brotherhood atau persaudaraan. Hal itu bisa dilihat dari kisah Andrew Wiggins, yang diberikan dukungan moral dan semangat oleh pemain bola basket veteran, Dwyane Wade.

Wiggins merupakan sesosok pebasket muda penuh talenta. Ia diprediksi akan bermasa depan cerah seperti James Harden hingga Kobe Bryant. Tetapi, meskipun potensial, peraih penghargaan Mr Basketball USA tahun 2013 ini dianggap masih mentah untuk bersaing di liga seketat NBA. Tentu wajar, mengingat ia masih berusia 19 tahun. 

Pada suatu pertandingan melawan Miami Heat, Timberwolves, tim yang dibela Wiggins, dicukur oleh Chris Bosh cs dengan skor 102-92. Ada momen menarik yang tersaji pasca laga berakhir. Dwyane Wade, terlihat mendatangi Wiggins yang sedang tertegun sedih atas kekalahan timnya. Ada percakapan singkat namun kuat makna yang terjadi di antara mereka.

"Ia (Wade) bertanya kepada saya apakah saya ingin menjadi pemain yang hebat. Lalu saya menjawab iya, saya ingin. Ia berkata bahwa saya sesungguhnya memiliki segalanya untuk menjadi pemain hebat, teruslah bekerja keras," kisah Wiggins. "Kalimat tersebut yang keluar dari mulut Wade pasca pertandingan begitu memotivasi saya. Ia adalah salah satu pemain yang saya tonton sejak kecil, salah satu pemain yang saya idolakan."



Thursday, 26 March 2015

Cleveland Cavaliers Redam Memphis Grizzlies


(foto: nba.com)

Kamis (26/3), bermain di FedExForum, kandang Memphis Grizzlies, Cleveland Cavaliers sukses mengalahkan tuan rumah dengan skor 111-89. Pertarungan yang mempertemukan dua tim yang sama-sama menduduki peringkat ke-2 di masing-masing wilayah ini, berjalan cukup sengit. Bedanya, Cavaliers bermain lebih terorganisir dalam melakukan pertahanan.

"Kami bermain untuk meraih kemenangan. Kami cukup fokus dalam membentuk pertahanan kuat," kata David Blatt, pelatih Cavaliers.

Di lain pihak, kekalahan ini meninggalkan penyesalan bagi pelatih Grizzlies, Dave Joerger. Ia menilai timnya terlalu banyak menyia-nyiakan peluang dan membiarkan Cavaliers bermain sebebas mungkin. Diakui, Cavaliers memang tampil begitu kompak sebagai sebuah tim.

Power forward Cavaliers, Kevin Love, pantas dinobatkan sebagai pemain bola basket terbaik dengan raihan double-doublenya, 22 poin dan 10 rebound. Sedangkan LeBron James, ikut menyumbangkan 20 poin bagi kemenangan Cavaliers.

Streetball Lebih Peras Tenaga?


(foto: ist)

Sejatinya, apapun olahraganya pasti menguras tenaga dan stamina, tak terkecuali olahraga basket. Saat bermain basket akan ada dua opsi mengenai media lapangan yang dipakai, indoor atau outdoor. Para peserta open run maupun Grand Final pasti pernah merasakan titik di mana bermain di lapangan outdoor terasa sulit.  

Tidak semua pemain bola basket terbiasa bermain di bawah terik matahari secara langsung. Jadi, pengaturan stamina sangat penting dalam bermain basket, di samping penguasaan teknik dan skill. Jika tidak memiliki kemampuan mengatur stamina yang baik dipastikan kondisi tubuh akan cepat menurun, sehingga memberikan dampak buruk pada performa tim secara keseluruhan.

Di partai Grand Final, sebuah tim bisa saja bermain seharian, di mana mereka harus menjalani dua hingga lima pertandingan. Oleh sebab itu, selain penerapan strategi bermain dan meningkatkan teknik streetball, menjaga performa tubuh masing-masing sangat dianjurkan. Selain itu, banyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat disarankan.

Spurs Benamkan OKC


(foto: bleacherreport.com)
San Antonio Spurs sukses mengalahkan Oklahoma City Thunder di AT&T Center, Kamis (26/3). Spurs mengalahkan rivalnya tersebut dengan cara yang berkelas, yakni menang dengan selisih 39 poin. Tim Duncan cs membenamkan skuad asuhan Scott Brooks tersebut dengan skor 130-91. 

Pemain bola basket veteran, Tony Parker, menorehkan angka tertinggi yakni 21 poin dan 6 assist. Sedangkan rekannya, Tim Duncan dan Kawhi Leonard menambahkan masing-masing 16 dan 14 poin. Kemenangan ini membuat Spurs bertengger di peringkat 6 klasemen Wilayah Barat. Tetapi, pelatih Spurs Gregg Popovich masih belum puas dengan performa timnya yang inkonsisten.

"Saya pikir secara umum, kami bermain sebagaimana bermain basket seharusnya dilakukan untuk meraih kemenangan. Sejauh ini penampilan kami angin-anginan," kata Gregg Popovich. "Jadi, konsistensi adalah suatu hal yang masih kami cari hingga kini. Karena pada kenyataannya, kami adalah tim basket yang hebat."


Harden is on Fire!


(foto: foxsports.com)
Bukan tanpa sebab jika James Harden dianggap sebagai salah satu pemain bola basket NBA yang berpotensial mendapatkan gelar MVP musim ini. Penampilan konsistennya di musim ini hanya bisa disejajarkan dengan Stephen Curry dari Golden State Warriors dan Russell Westbrook dari Oklahoma City Thunder.

Hebatnya, ia mampu terus menampilkan permainan konsisten ketika partner terbaiknya, Dwight Howard, harus menepi lapangan cukup lama akibat cedera. Harden kembali ganas ketika mencetak angka tertinggi 44 poin saat timnya, Houston Rockets, membenamkan Indiana Pacers 110-100, Selasa (24/3). Tidak hanya sampai di situ, pemain bola basket berpenampilan nyentrik ini juga membuat 7 assist.

"Permainannya (Harden) sangat solid. Ia adalah pemain hebat," puji pelatih Rockets, Kevin McHale, pasca pertandingan.

Jika permainan Harden terus konsisten di sepanjang musim ini, bukan tidak mungkin gelar MVP akan diraihnya. Namun, tentu target utama Harden bukan itu, melainkan ia sangat menginginkan gelar championship untuk pertama kalinya.



Westbrook Dipuji Legenda NBA


(foto: usatoday.com)

Russell Westbrook adalah salah satu sosok pebasket langka di NBA. Ia memiliki determinasi yang tidak dapat ditandingi oleh siapapun. Ia bermain tanpa kenal lelah dan tanpa ampun. Hal itu semakin melengkapi atributnya yang memang berskill tinggi. Begitulah deskripsi singkat mengenai sosok point guard Oklahoma City Thunder ini.  

Bahkan pihak lawan pun memuji kehebatan Westbrook. Adalah Larry Bird, Presiden Indiana Pacers, yang mengaku sangat menikmati permainan Westbrook di atas lapangan. Legenda Boston Celtics ini memuji ketangguhan Westbrook yang berhasil "survive" dari cedera parah yang pernah dialaminya. Di dalam sebulan terakhir, pemain basket berusia 26 tahun ini juga mencetak rataan 30 poin, 10 rebound, dan 10 assist per laga.

Performa hebatnya memancing datangnya pujian dari seorang legenda NBA, Larry Bird. Mantan pemain bola basket Boston Celtics ini mengaku sebagai fans berat Westbrook. Ia begitu menikmati permainan sang pemain di atas lapangan. Ia juga mengapresiasi kemampuan Westbrook dalam mengatasi trauma atas cedera lutut parah yang pernah dialami.

"Kita sedang membicarakan tentang seorang anak muda yang pernah mengalami cedera serius, cedera lutut parah di sepanjang karirnya. Namun, tiap kali ia berjalan ke atas lapangan, Anda tahu bahwa Anda akan selalu melihatnya bermain dengan mengerahkan 100% kemampuan dirinya," kata Bird mengenai Westbrook.