Tuesday, 31 March 2015

Cavaliers Susah Payah Kalahkan Nets


(foto: nba.com)

Cleveland Cavaliers harus melalui perjuangan ekstra keras kala menjamu Brooklyn Nets di Quicken Loans Arena, Kamis (19/3). Beruntung, Kyrie Irving cs berhasil mengalahkan Nets 117-92 di akhir laga. Padahal di awal laga, bisa dikatakan mereka bermain buruk, di mana Nets sempat mengungguli Cavaliers 26-23. Di kuarter ini para pemain bola basket Cavaliers mencatatkan 6 turnover.

Di kuarter kedua, mereka perlahan bangkit dan unggul 59-47. Performa positif ini berlanjut di kuarter ketiga ketika skuad asuhan David Blatt ini unggul jauh 94-73. Hingga akhir laga mereka unggul, LeBron James mengakui kesulitan menghadapi Nets. "Pertandingan pertama setelah laga tandang selalu sulit. Kami hanya perlu menemukan ritme permainan."

Dua pemain bola basket anyar Cavaliers, JR Smith dan Timothy Mozgov sama-sama menorehkan 17 poin, sedangkan Irving menambahkan 12 poin bagi Cavaliers. 


Kostum Nomor 45 Bulls MJ Kembali Dirilis


(foto: ist)
Sekitar 20 tahun lalu, tepatnya pada tanggal 18 Maret 1995, Michael Jordan mengumumkan bahwa dirinya akan melakukan "comeback" bermain kembali di NBA, setelah sempat pensiun sesaat untuk bermain di liga bisbol. Saat itu sepatah kalimat yang begitu memorable keluar dari mulut sang pemain bola basket legendaris, "I'm Back."

Yang unik adalah ketika tepat di hari debutnya kembali membela Chicago Bulls itu, Jordan tidak mengenakan jersey bernomor 23, melainkan nomor 43. Nomor itu ia pilih untuk menghormati saudara laki-lakinya, Larry, yang kerap mengenakan nomor 43 ketika masih aktif bermain basket. Di pertandingan comebacknya tersebut, Jordan menorehkan 19 poin, 6 assist, dan 6 rebound ketika timnya melawan Indiana Pacers.

Rupanya, jersey bernomor 45 itu akan kembali dirilis dalam rangka perayaan 20 tahun comeback Jordan ke liga NBA bersama Chicago Bulls. Adalah perusahaan sport clothing bernama Mitchell & Ness yang akan menjualnya ke khalayak. Perusahaan clothing asal Amerika Serikat ini sebelumnya sudah menjalin kerjasama dengan Michael Jordan dan the Jordan Brand.

"Kembalinya Michael Jordan ke NBA pada 19 Maret 1995 merupakan momen yang tak bisa dilupakan dalam sejarah NBA. Kami bangga dan merasa terhormat bisa memperingati momen ini dengan menciptakan ulang jersey nomor 45 milik Jordan," ujar Jonathan Yuska, Direktur Mitchell & Ness. 


Ketangguhan Duo Noah-Gasol


(foto: yahoo.com)

Ada pemandangan menarik pada pertandingan antara Cleveland Cavaliers melawan Chicago Bulls di Quickens Arena beberapa saat lalu. Ini kita sedang tidak membicarakan kemenangan Cavaliers atas Bulls, melainkan ada hal lain yang juga cukup penting dijadikan perhatian. Twin tower milik Bulls, Pau Gasol dan Joakim Noah, sempat mempertontonkan kekuatan mereka saat berduel dengan big man lawan, Kevin Love.

Beruntung Bulls kini memiliki Pau Gasol sebagai pendamping Joakim Noah. Eks pemain bola basket LA Lakers ini mampu bermain sebagai center, dan juga apik berperan sebagai pendamping Noah di posisi power forward. Kematangan serta kekuatan fisik pebasket gaek ini juga memperkuat pertahanan Bulls khususnya di bawah ring.

Di awal kuarter pertama, pada posisi unggul 10-9, Cavs mencoba menambah angka dengan terus menyerang Derrick Rose cs. Love yang mendapat bola di low post area, langsung melesat maju menuju ring. Seketika Love melompat hendak melakukan jump shot, bola langsung di-block oleh Noah, yang memang dari tadi sudah menempelnya dengan ketat. Tak hanya sampai di situ.

Kevin Love mendapatkan bolanya kembali di usahanya yang kedua dan langsung hendak melancarkan dunk. Namun, kembali sia-sia sebab Pau Gasol sudah siaga berdiri di hadapannya. Pemain asal Spanyol ini pun berhasil menge-block bola Love.




Westbrook Sukses Kawal Ketat Wade


(foto: rantsports.com)

Russell Westbrook semakin menggila! Ia berhasil mencetak triple-doublenya yang ke 10 di sepanjang musim ini, ketika timnya, Oklahoma City Thunder mengalahkan Miami Heat 93-75, Senin (23/3). Triple-doublenya terdiri dari 12 poin, 10 rebound, dan 17 assist.

Performa pemain bola basket kelahiran California ini memang sangat menonjol, bahkan ketika kedua pemain andalan tim lainnya, Kevin Durant dan Serge Ibaka, absen karena cedera. Kesuksesan OKC mengalahkan Heat juga dikarenakan keberhasilan Westbrook meredam laju pemain jenius lawan, Dwyane Wade, hampir di sepanjang laga.

"Saya menjaganya (Wade) secara ketat, sehingga ia kesulitan," ujar Westbrook. Atas kemenangan ini, posisi OKC masih tetap berada di peringkat ke-8 klasemen western conference, alias batas akhir tim yang bisa mengikuti zona play off. Akankah mereka mampu mempertahankan permainan terbaik mereka?

Wade Angkat Moral Wiggins


(foto: ist)
Semua orang setuju bahwa olahraga basket lekat dengan yang namanya brotherhood atau persaudaraan. Hal itu bisa dilihat dari kisah Andrew Wiggins, yang diberikan dukungan moral dan semangat oleh pemain bola basket veteran, Dwyane Wade.

Wiggins merupakan sesosok pebasket muda penuh talenta. Ia diprediksi akan bermasa depan cerah seperti James Harden hingga Kobe Bryant. Tetapi, meskipun potensial, peraih penghargaan Mr Basketball USA tahun 2013 ini dianggap masih mentah untuk bersaing di liga seketat NBA. Tentu wajar, mengingat ia masih berusia 19 tahun. 

Pada suatu pertandingan melawan Miami Heat, Timberwolves, tim yang dibela Wiggins, dicukur oleh Chris Bosh cs dengan skor 102-92. Ada momen menarik yang tersaji pasca laga berakhir. Dwyane Wade, terlihat mendatangi Wiggins yang sedang tertegun sedih atas kekalahan timnya. Ada percakapan singkat namun kuat makna yang terjadi di antara mereka.

"Ia (Wade) bertanya kepada saya apakah saya ingin menjadi pemain yang hebat. Lalu saya menjawab iya, saya ingin. Ia berkata bahwa saya sesungguhnya memiliki segalanya untuk menjadi pemain hebat, teruslah bekerja keras," kisah Wiggins. "Kalimat tersebut yang keluar dari mulut Wade pasca pertandingan begitu memotivasi saya. Ia adalah salah satu pemain yang saya tonton sejak kecil, salah satu pemain yang saya idolakan."



Thursday, 26 March 2015

Cleveland Cavaliers Redam Memphis Grizzlies


(foto: nba.com)

Kamis (26/3), bermain di FedExForum, kandang Memphis Grizzlies, Cleveland Cavaliers sukses mengalahkan tuan rumah dengan skor 111-89. Pertarungan yang mempertemukan dua tim yang sama-sama menduduki peringkat ke-2 di masing-masing wilayah ini, berjalan cukup sengit. Bedanya, Cavaliers bermain lebih terorganisir dalam melakukan pertahanan.

"Kami bermain untuk meraih kemenangan. Kami cukup fokus dalam membentuk pertahanan kuat," kata David Blatt, pelatih Cavaliers.

Di lain pihak, kekalahan ini meninggalkan penyesalan bagi pelatih Grizzlies, Dave Joerger. Ia menilai timnya terlalu banyak menyia-nyiakan peluang dan membiarkan Cavaliers bermain sebebas mungkin. Diakui, Cavaliers memang tampil begitu kompak sebagai sebuah tim.

Power forward Cavaliers, Kevin Love, pantas dinobatkan sebagai pemain bola basket terbaik dengan raihan double-doublenya, 22 poin dan 10 rebound. Sedangkan LeBron James, ikut menyumbangkan 20 poin bagi kemenangan Cavaliers.

Streetball Lebih Peras Tenaga?


(foto: ist)

Sejatinya, apapun olahraganya pasti menguras tenaga dan stamina, tak terkecuali olahraga basket. Saat bermain basket akan ada dua opsi mengenai media lapangan yang dipakai, indoor atau outdoor. Para peserta open run maupun Grand Final pasti pernah merasakan titik di mana bermain di lapangan outdoor terasa sulit.  

Tidak semua pemain bola basket terbiasa bermain di bawah terik matahari secara langsung. Jadi, pengaturan stamina sangat penting dalam bermain basket, di samping penguasaan teknik dan skill. Jika tidak memiliki kemampuan mengatur stamina yang baik dipastikan kondisi tubuh akan cepat menurun, sehingga memberikan dampak buruk pada performa tim secara keseluruhan.

Di partai Grand Final, sebuah tim bisa saja bermain seharian, di mana mereka harus menjalani dua hingga lima pertandingan. Oleh sebab itu, selain penerapan strategi bermain dan meningkatkan teknik streetball, menjaga performa tubuh masing-masing sangat dianjurkan. Selain itu, banyak minum air putih untuk menjaga tubuh tetap terhidrasi sangat disarankan.