Wednesday, 28 January 2015

Klay Thompson Torehkan Sejarah Baru


(foto: sactownroyalty.com)

Golden State Warriors kini lebih identik dengan Stephen Curry. Padahal ada satu nama pemain bola basket lain yang juga tengah mencuri perhatian publik. Dia adalah Klay Thompson. Baru-baru ini ia mencetak sejarah baru di NBA, ketika timnya mengalahkan Sacramento Kings 126-101, Jumat (26/1). 

Di pertandingan itu Thompson mencetak angka tertinggi yakni 52 poin. Namun, bukan itu yang menjadi poin utamanya. Rekor yang diciptakannya adalah mencetak angka tertinggi dalam satu kuarter sepanjang sejarah NBA, yakni 37 poin. Itu artinya, ia mengalahkan nama-nama besar dan legenda lainnya seperti Carmelo Anthony (33 poin), George Gervin (33 poin), David Thompson (32 poin), dan Wilt Chamberlain (31 poin).

Tentu, bisa melampaui capaian bintang besar dan juga para legenda merupakan kepuasan tersendiri bagi seorang Klay Thompson. 

"Saya tak percaya bahwa saya baru saja mencetak sebuah rekor di NBA," ujar Thompson bersemangat pasca laga. "Tuhan sangat baik. Saya sangat diberkati dan diberi kesehatan. Saya harap selamanya akan seperti ini."

Shooting guard lincah tersebut juga mencetak rekor lain di pertandingan ini, yaitu mampu mencetak 9 kali three pointer dalam satu kuarter. Jauh sebelumnya, rekor tertinggi sempat dipegang oleh Joe Johnson dan Michael Redd yang sama-sama pernah berhasil mencetak 8 kali three point shot dalam satu kuarter.



Hibert Berlatih dengan Kareem Abdul Jabbar


(foto: usatoday.com)

Banyak orang menilai level center NBA saat ini cenderung mengalami penurunan, dibandingkan dengan bigman di era tahun 2000 ke belakang. Kita mengenal nama Tim Duncan, Shaquille O'Neal, David Robinson, Karl Malone, Dikembe Mutombo, Patrick Ewing, Hakeem Olajuwon, hingga Kareem Abdul-Jabbar, sebagai deretan pemain elit yang pernah bersinar sebagai seorang center dalam tim. 

Oleh karenanya, tidak sedikit pemain bola basket  NBA kini yang berlatih langsung dengan salah satu nama di atas. Contohnya, Roy Hibbert, center Indiana Pacers. Diketahui pada liburan musim panas lalu, pemimpin tim Pacers ini berguru pada Kareem Abdul-Jabbar, untuk meningkatkan skillnya sebagai center. Well, Hibbert tidak salah memilih mentor. Abdul-Jabbar merupakan center terbaik NBA sepanjang masa dengan torehan 6 cincin juara NBA. 

Tak hanya itu, hingga kini Abdul-Jabbar juga masih bertengger di posisi puncak dalam daftar pencetak poin terbanyak dalam sepanjang sejarah NBA, yakni 38387 poin. Pada latihan tersebut, Abdul-Jabbar memfokuskan latihan pada footwork dan penguasaan area. Hal ini diamini oleh pelatih Pacers sendiri, Frank Vogel. "Ia (Hibbert) berlatih sangat keras untuk mampu menguasai low dan post area, serta melatih diri untuk mendapatkan posisi lebih bagus."

Sunday, 25 January 2015

Kobe Bryant Tiru Cheetah


(foto: ist)

Lucu melihat judul di atas, mengingat cukup jauh korelasi antara Kobe Bryant, seorang pemain bola basket ternama, dengan seekor hewan karnivora eksotis, cheetah. Namun, ternyata keduanya saling terkait, di mana Kobe ternyata terinspirasi oleh gerakan cheetah dalam memperbaiki kualitas shotnya. Menarik!

The Black Mamba bercerita bahwa di awal karirnya ia cukup kesulitan melakukan shot-shot bagus. Akan tetapi, pada akhirnya ia menemukan formula jitu untuk melakukan fadeway shot jumper yang bertahun-tahun setelah itu menjadi trademarknya. Ia mendapatkan ilham dari seekor cheetah.

"Jika Anda memperhatikan bagaimana saya melakukan shooting dengan fadeway jumper, maka Anda akan menyadari bahwa salah satu kaki saya agak memanjang tegak. Suatu hari saya menonton acara Discovery Channel dan melihat bagaimana seekor cheetah berburu. Ketika cheetah berlari, ekornya selalu lurus tegak sehingga memberikannya keseimbangan tepat," ujar Kobe. 

"Sejak saat itu, saya berpikir, 'saya bisa menggunakan kaki saya seperti ekor cheetah sebagai penyeimbang saat saya melompat sebelum melakukan shooting'," lanjut peraih 5 gelar championship tersebut. 

From the story, one thing that you should always remember that inspirations surround us.

Satu Sesal Chris Paul


Satu Sesal Chris Paul
(foto: 973espn.com)

Play off NBA 2014 lalu menjadi salah satu momen terpahit sepanjang karir Chris Paul. Kekalahan di detik-detik akhir oleh Oklahoma City Thunder tersebut bahkan sampai membuat sang pemain menangis di ruang ganti. Namun, ia lebih memilih untuk tidak melupakan pengalaman tersebut.

Padahal ketika itu Clippers mampu menahan OKC di gim ke-empat dengan nilai 2-2. Namun, di gim ke-lima kecerobohan para awak Clippers berujung celaka, ketika mereka yang sudah unggul 7 poin di atas OKC, malah dipecundangi Kevin Durant cs dalam waktu hanya 49 detik saja. OKC berhasil mengalahkan Clippers dengan skor akhir tipis 105-104.

"Bohong jika saya mengatakan bahwa saya telah melupakan tentang (kekalahan) tersebut. Sejujurnya, itu merupakan salah satu memori yang tidak ingin saya lupakan," kata Chris Paul, yang merupakan pemain bola basket berposisi point guard di LA Clippers.

Luar biasa tekad dan determinasi yang dimiliki CP3, di mana ia sampai harus menangis kala timnya bertekuk lutut di hadapan lawan. Di era olahraga yang sudah dilingkupi oleh kepentingan industri seperti saat saat ini, sangat jarang kita bisa melihat atlet, dalam hal ini pebasket, yang menggenggam loyalitas dan kecintaan lebih untuk tim yang dibelanya.

Thursday, 22 January 2015

Kobe Sambut Kedatangan Steven Gerrard


(foto: potenciadeportiva.mx)

Diberitakan bahwa Steven Gerrard, kapten tim sepakbola Liverpool, akan segera bergabung dengan LA Galaxy di bulan Juli mendatang. Legenda Liverpool tersebut sudah memutuskan mencari tantangan lain di Amerika Serikat jelang masa pensiunnya.

Kobe Bryant sangat senang dengan berita tersebut. Pemain bola basket yang juga memang menggemari sepakbola ini, mengaku senang pesepakbola sekaliber Gerrard mau bermain di liga sepakbola Amerika Serikat. Baginya, kedatangan Gerrard akan semakin mengembangkan potensi olahraga kulit bundar di negeri Paman Sam tersebut. 

Sebelumnya, pemain asal Inggris lain, David Beckham, juga pernah memperkuat LA Galaxy dan meraih kesuksesan. Kobe mengharapkan kesuksesan yang sama akan datang seiring bergabungnya Gerrard di tim sepakbola kesayangan kota Los Angeles tersebut.

"Selamat datang di Lose Angeles! Saya sudah tidak sabar melihat Anda (Gerrard) bermain. Saya adalah fans Anda sejak dulu. Saya harap Anda dapat memberikan gelar juara bagi Galaxy. Saya yakin Anda mampu," ujar Kobe.

Kobe Puji Pebasket Eropa


(foto: cbssports.com)

Kobe Bryant seperti yang diketahui sempat menghabiskan masa kecilnya di Italia. Ia memuji keseriusan pembinaan basket usia muda di sana khususnya Eropa. Bahkan The Black Mamba sendiri berani menilai bahwa pebasket Eropa kini selangkah lebih maju dibanding pebasket asal Amerika Serikat.

"Saya sangat beruntung sempat tumbuh besar di Italia, di mana Red Auerbach dan Tex Winter serta banyak pelatih hebat lainnya mengadakan klinik pelatihan dan camp di Eropa. Mereka berdua mengajari para pelatih lokal dan memberikan nasehat akan pentingnya basic fundamental basket selayaknya kitab suci. Mereka juga langsung mengajari kami, para pemain bola basket muda, dengan hal-hal tersebut," jelas Kobe.

Sebagaimana diketahui, Red Auerbach adalah mantan pelatih yang pernah sukses memberikan 9 gelar championship untuk Boston Celtics. Sedangkan Tex Winter adalah seorang pelatih sekaligus penemu sistem triangle offense, yang sempat menjadi kunci sukses Chicago Bulls dan LA Lakers dalam meraih banyak gelar championship di dalam sejarah NBA.

"Jika saya tidak tumbuh di Italia, mungkin saja saya tidak bisa melakukan dribble dengan tangan kiri, shooting dengan tangan kiri, juga tidak memiliki footwork yang baik," kata Kobe, menjelaskan keuntungan yang ia dapatkan selama berlatih basket di Eropa.

Harden: Saya Adalah Pemain Terbaik


(foto: rhinopress.org)

Sah rasanya bila nama Kevin Durant ataupun LeBron James ditahbiskan sebagai dua pemain bola basket terhebat dan terlengkap di NBA saat ini. Namun, jika kamu bertanya kepada James Harden siapa pemain terbaik di NBA saat ini? Maka ia akan menjawab, "Saya sendiri."

"Saya masih memiliki jalan yang panjang, serta masih banyak pelajaran dan celah untuk lebih berkembang ke depannya. Kamu tahu, selama saya masih mendengar dan fokus terhadap suatu hal positif, maka saya akan mencapai potensi terbaik saya," kata shooting guard Houston Rockets tersebut.

Meskipun demikian, dengan pernyataannya tersebut bukan berarti Harden tidak menghormati pemain hebat lainnya seperti Kevin Durant ataupun LeBron James. Pebasket bergaya nyentrik itu menilai kedua rivalnya tersebut selalu dijadikan motivasi untuk terus menjadi pemain yang lebih baik ke depannya. Harden juga masih punya PR penting dalam karirnya, yakni gelar championship yang hingga kini masih belum ia dapatkan.

Di usianya yang masih muda, 25 tahun, tentu ia masih memiliki kesempatan yang luas untuk meraih mimpi menjadi jawara NBA. Patut ditunggu realisasinya, Harden!