Showing posts with label Info Turnamen Basket. Show all posts
Showing posts with label Info Turnamen Basket. Show all posts

Monday, 16 March 2015

Irving Menggila, Spurs Menderita


(foto: bleacherreport.com)

Siapa bilang Cleveland Cavaliers hanya mengandalkan LeBron James seorang? Nyatanya, Kyrie Irving lah yang menjadi pahlawan kemenangan dramatis timnya atas San Antonio Spurs di kandang lawan. Juma (13/3) Cavaliers menghempaskan Spurs 128-125 dengan Irving mencetak angka tertinggi, 57 poin.

Pemain bola basket berposisi point guard tersebut sudah mencetak 22 poin di kuarter kedua. Akan tetapi drama sesungguhnya terjadi saat kuarter keempat, ketika Spurs unggul tiga angka atas Cav 110-107. Di saat itulah Irving menjadi penyelamat timnya dengan mencetak three point shot sehingga kedudukan skor menjadi imbang, dan dilanjut ke babak overtime.

Di babak tambahan, bersama LeBron James, Irving semakin memperdaya Spurs. Pujian pun datang dari King James kepada juniornya tersebut. "Ia (Irving) bermain sangat bagus."

Sedangkan di sisi lain, Tony Parker menjadi penyumbang angka tertinggi bagi Spurs dengan 31 poin, disusul oleh Danny Green dan Kawhi Leonard yang sama-sama mencetak 24 poin.



Pacers Kalahkan Bucks secara Dramatis


(foto: ist)

Kemenangan ketujuh beruntun diraih oleh Indiana Pacers saat mengalahkan Milwaukee Bucks 109-103, Jumat (13/3). Meskipun bermain di kandang sendiri, tak mudah bagi Pacers untuk menaklukkan Bucks yang selalu memberikan tekanan hingga akhir laga. Bucks bahkan unggul 31-19 di kuarter pertama.

Adalah trio CJ Miles, Solomon Hill, dan George Hill yang menjadi pembalik keadaan di kuarter ketiga. Para pemain bola basket andalan Pacers tersebut berhasil memastikan keunggulan 82-74 atas Bucks. Namun, pertarungan tidak sampai hanya di situ. Mereka belum menyerah dengan memaksa laga berakhir imbang di kuarter terakhir. 

Di babak overtime, pertandingan yang awalnya sengit menjadi anti klimask bagi Bucks. Tim asuhan Jason Kidd tersebut malah hanya mampu mencetak 7 angka tambahan, sedangkan Pacers berhasil mengkonversi 17 poin tambahan. Pencetak angka tertinggi diraih oleh pemain Bucks, Michael Carter Williams dengan 28 poin.

Thursday, 12 March 2015

Jabari Parker Cedera Lutut Parah


(foto: bleacherreport.com)

Milwaukee Bucks kehilangan forward muda potensial mereka, Jabari Parker, sampai karena cedera lutut kiri parah. Tidak terlalu mengejutkan, sebab cedera yang sama juga merenggut satu musim penuh Derrick Rose di musim lalu. Cedera ini didapat Parker ketika Bucks melawan Phoenix Suns, Senin (15/12). Lututnya mendarat tidak sempurna saat ia tengah melakukan drive ke pertahanan Suns, sebelum akhirnya menabrak PJ Tucker, sang lawan.

Meskipun mampu mengalahkan Suns, tentu cedera Parker ini tetap menjadi pukulan telak bagi pelatih Jason Kidd. Karena Parker adalah salah satu andalan utama Bucks dalam mempertahankan posisi papan tengah di klasemen Eastern Conference. Parker juga selalu terlibat dalam keseluruhan game yang sudah Bucks jalani sepanjang musim ini, dengan capaian rata-rata 12.3 poin dan 5.5 rebound per laga.

Bersama Andrew Wiggins, Zach De LaVine, Parker digadang-gadang menjadi pemain bola basket muda potensial yang memiliki masa depan cerah di NBA. Semoga cedera ini tidak lantas menghambat perkembangan karirnya. Wish he gets quick recovery and will comeback stronger. 

Gasol Hendak Pensiun dari Tim Spanyol?


(foto: ist)

Pau Gasol, mengisyaratkan untuk pensiun dari timnas basket Spanyol. Hal itu dilatarbelakangi oleh kegagalan dirinya membawa Spanyol menjuarai Piala Dunia Basket di hadapan publik sendiri. Pada pertandingan perempat final, dikalahkan oleh timnas Prancis dengan skor 52-65.

"Ini sungguh menyakitkan dan mengecewakan. Padahal kami memiliki harapan tinggi dan mampu bermain bagus hingga sekarang," kata Gasol, yang ironisnya menjadi pencetak angka tertinggi, 17 poin, pada pertandingan tersebut.

Di usia yang sudah mencapai 34 tahun, Gasol tampaknya mencoba untuk lebih realistis mengenai partisipasinya di timnas Spanyol dan lebih memprioritaskan timnya, Chicago Bulls, di NBA. Baginya, masa depan timnas Spanyol akan tetap lebih baik dengan barisan pemuda potensial, seperti Ricky Rubio dan Serge Ibaka.

"Kita tidak akan pernah tahu kapan pertandingan atau turnamen terakhir kita sebagai seorang pemain. Saya ingin bermain hingga usia 50 tahun, tapi saya ragu. Kami (timnas Spanyol) punya pemain-pemain muda yang bagus dan saya yakin kami punya tim hebat di masa depan," ujar pemain bola basket yang mampu bermain di posisi forward dan center dengan sama baiknya .

Kalah di perempat final merupakan salah satu catatan buruk timnas Spanyol, mengingat mereka adalah juara dunia di tahun 2006 silam. Pau Gasol pun kala itu bersinar dan menjadi MVP (Most Valuable Player) pada saat itu.

Tuesday, 10 March 2015

Reggie Evans Terkejut dengan Usia Antetokounmpo


(foto: yahoo.com)

Ada kejadian unik di tengah-tengah pertandingan antara Sacramento Kings melawan Milwaukee Bucks beberapa waktu lalu. Di tengah laga yang dimenangkan oleh Bucks tersebut, pemain Kings, Reggie Evans, kedapatan kamera sedang menanyakan usia pemain lawan, Giannis Antetokounmpo. Hal itu bisa terjadi saat Antetokounmpo sedang bermain di lapangan, sedangkan Evans berada di bangku cadangan.

"Berapa umurmu?" tanya Evans penasaran kepada pemain bola basket asal Yunani tersebut. 

"Twenty," tanpa basa-basi, Antetokounmpo menjawab pertanyaan Evans.

Menyadari bahwa usia Antetokounmpo masih sangatlah belia, 20 tahun, Evans benar-benar terkejut. Hal tersebut dapat dilihat dari reaksinya seraya mengucapkan, "Damn!"

Keterkejutan Evans bisa dimaklumi, mengingat di usianya yang masih hijau, Antetokounmpo sudah mampu bermain basket di level tertinggi seperti NBA. Dan ingat, tahun ini merupakan musim kedua baginya bermain di NBA bersama Milwaukee Bucks. 


Komedian Ini Pensiun dari All Star Game


(foto: ocnnreport.com)

Jika ada satu pemain yang selalu berhasil mencuri perhatian di NBA Celebrity All-Star tiap tahunnya, itu pasti Kevin Hart. Komedian terkenal asal Amerika Serikat ini memang memiliki baket istimewa di lapangan basket. Selain itu, ia juga sering memberikan gestur kocak di tiap pertandingan yang ia mainkan.

Pada pertandingan NBA Celebrity All-Star 2015 kemarin, ia mendapatkan gelar MVP atas penampilan terbaiknya. Pujian pun diberikan oleh para pemain lawan, Mo'Ne Davis. "Ia sangat berhak atas gelar MVP nya tersebut. Sebab ia mencetak banyak poin, dan andal mengatur permainan dengan baik."

Sayangnya, gelaran NBA Celebrity All-Star game 2015 akan menjadi yang terakhir bagi Kevin Hart. Ia mengonfirmasi bahwa dirinya memutuskan untuk pensiun. Gelar MVP ini merupakan gelar ke-4 yang ia raih dalam kurun 4 musim terakhir. Komedian yang berteman akrab dengan banyak pemain bola basket NBA ini memang sangat jago mengolah bola basket. Sebagai point guard, ia dikenal memiliki skill dan kecepatan yang prima.

Saat ini pria berusia 35 tahun ini sedang fokus mempersiapkan tur stand up comedy nya yang akan dimulai pada 9 April di Texas. "Tur nanti akan menjadi tur yang sangat besar! Sebab sejujurnya ini berisi materi komedi terbaik saya yang pernah ada. Tur ini akan sangat krusial bagi saya."

Wednesday, 4 March 2015

KG Sebar 1000 Tiket Gratis


(foto: washingtonpost.com)

Begitu banyak cara digunakan oleh para pemain bola basket NBA dalam mengapresiasi dukungan para fans. Salah satu cara yang patut dicontoh adalah aksi Kevin Garnett yang memberikan 1000 tiket gratis untuk para fans. Tiket itu berlaku untuk pertandingan antara Minnesota Timberwolves melawan LA Clippers, Senin (2/3).

"Dukungan yang saya terima dari para fans Wolves sejak saya kembali ke Minnesota sungguh luar biasa," ujar Garnet, yang kini telah berusia 38 tahun ini. "Sebagai ungkapan terima kasih, saya ingin membagi-bagikan tiket gratis kepada para fans untuk pertandingan melawan LA Clippers."

Kesan mendalam dirasakan Kevin Garnett yang sebelumnya sempat 12 tahun membela Minnesota Timberwolves. Para fans Wolves pun masih mencintai pebasket temperamental tersebut, dan tidak menyimpan dendam kepadanya saat ia meninggalkan tim untuk berseberang ke Boston Celtics pada tahun 2007 silam.

"Saya sangat mencintai kalian semua dan terima kasih atas cintanya. Enjoy pertandingan ini bersama saya," kata Garnett. Sayang, di pertandingan ini Timberwolves harus takluk dari Clippers dengan skor 110-105.

Dragic Taklukkan Bekas Timnya


(foto: foxsports.com)
Kisah Goran Dragic bersama Phoenix Suns, yang telah dibelanya selama 3 tahun, berakhir pahit. Pemain bola baket asal Slovenia itu merasa dikhianati oleh manajemen tim, hingga akhirnya memutuskan hengkang ke Miami Heat di detik-detik akhir bursa trade pemain.

Selasa (3/3), Miami Heat menjamu Phoenix Suns, di American Arilines Arena. Suns dikalahkan oleh Dwyane Wade cs dengan skor akhir 115-98. Dan bisa ditebak ceritanya, di laga tersebut Dragic menjadi salah satu bintang pertandingan dengan raihan 21 poin. Point guard berusia 28 tahun ini nyata bersikap profesional dengan melupakan sejenak nostalgia indahnya bersama Suns, serta mengerahkan aksi terbaik bagi tim barunya, Heat.

"(Kemenangan) ini sangat berarti bagi saya. Laga berjalan sangat ketat. Kamu bisa melihat begitu banyak pelanggaran, tetapi sekali lagi, basket adalah olahraga laki-laki," kata Dragic. "Kami bermain sungguh luar biasa malam ini."

Dari ucapannya pasca pertandingan tersebut, bisa terlihat bahwa Dragic mulai perlahan melupakan kenangannya bersama Suns. He has moved on that fast.


Thursday, 26 February 2015

KG Disambut Hangat Fans Timberwolves


(foto: kingjamesgospel.com)

Kevin Garnett disambut hangat oleh publik Minnesota ketika dirinya untuk kedua kalinya menjalani debut sebagai pemain Minnesota Timberwolves. Garnett ditarik oleh Timberwolves, eks klubnya dulu, dari Brooklyn Nets di detik-detik akhir trade pemain beberapa waktu lalu. Ia sama sekali tidak menyia-nyiakan kesempatan dengan membantu timnya mengalahkan Washington Wizards 97-77, Kamis (26/2).

Di hari pertamanya bergabung, ia pun mengeluarkan celetukan lucu saat konferensi pers di depan para awak media. "Saya melihat LeBron saja bisa pulang ke rumah (Cleveland Cavaliers), lalu, kenapa saya tidak bisa?"

Dan ternyata bahkan Garnett sendiri tidak menyangka bahwa sambutan yang diberikan kepada dirinya begitu luar biasa. Standing ovation seluruh fans di tribun menyambut dan mengelu-elukan Garnett layaknya seorang pahlawan sejati. "Saya tidak menyadari sebelumnya bahwa kota ini masih merindukan saya seperti ini. Saya tidak mungkin mengharapkan hal yang lebih dari ini. Akan tetapi saya melihat ini secara langsung dan nyata, saya amat sangat menghargainya."

Seperti diketahui, Kevin Garnett menjalani debutnya sebagai pemain profesional di NBA bersama Minnesota Timeberwolves pada tahun 1995. Selama 12 tahun lamanya Garnett memperkuat Timberwolves, sehingga kecintaan publik terhadap pemain bola basket temperamental ini masih melekat hingga sekarang.

King James Lewati Rekor Pippen


(foto: sportskeeda.com)

Rabu (25/2), menjadi hari di mana LeBron James mencetak rekor baru. Setelah sebelumnya berhasil melewati capaian poin milik Allen Iverson, kini ia kembali berhasil melewati rekor assist legenda Chicago Bulls, Scottie Pippen. Pippen yang merupakan duet sejati Michael Jordan ini, memiliki catatan 6.135 assist selama karir profesionalnya di NBA.

LeBron mendapatkan angka 6.136 assistnya, saat Cleveland Cavaliers mengalahkan Detroit Pistons 102-93, tepatnya di kuarter kedua. Saat itu pemain bola basket berusia 30 tahun ini memberikan assist kepada Kevin Love yang meneruskan bola ke dalam ring lewat tembakan tiga angkanya. Di pertandingan tersebut, LeBron total menyumbangkan 11 assist bagi Cavaliers.

"Ada suatu kebanggan dan kesenangan saat melihat rekan-rekan setim saya meraih kesuksesan lebih ketimbang saya sendiri. Itulah makna assist yang sebenarnya," kata LeBron. Ia juga mengutarakan, meskipun ia mengidolakan Michael Jordan dan Allen Iverson, ia juga kerap kali mencontoh permainan Scottie Pippen yang notabene berposisi sama dengan dirinya, sebagai forward.

"Bagi saya, assist itu sangat keren. Jadi, bisa berada di kategori assist terbanyak bersama pemain-pemain besar seperti Larry Bird dan Pippen, itu jelas luar biasa sekali," tutup LeBron.

Wednesday, 11 February 2015

Popovich Capai Kemenangan ke-1000


(foto: businessinsider.in)

Beruntung San Antonio Spurs memiliki pelatih sekaliber Greg Popovich. Sudah hampir 14 tahun lamanya Popovich mengabdi pada Spurs, dan dalam kurun waktu itu pula ia telah menyumbangkan 5 gelar championship bagi timnya tersebut. Pelatih berusia 66 tahun itu telah menanamkan filosofi yang begitu kuat kepada Tim Duncan cs selama ini.

Selasa 10 Februari 2015 mungkin akan menjadi salah satu hari bersejarah bagi Popovich. Karena di hari tersebut, ia telah berhasil mencatatkan kemenangan ke-1000 bagi San Antonio Spurs, setelah timnya mengalahkan Indiana Pacers dengan skor tipis 95-92. Terlihat sekali para awak Spurs tak ingin mengecewakan Popovich, sehingga mereka tampil habis-habisan hingga akhir. Pujian pemain pun mengalir untuk pelatih kelahiran Indiana tersebut.

"Seribu kemenangan, itu merupakan jumlah yang sangat banyak dan saya merasa sangat beruntung dapat bekerja sama dengannya (Popovich) sejauh ini. Kami telah melalui banyak pengalaman bersama. Saya turut bahagia untuknya," ujar pemain bola basket Tony Parker, usai laga.

Meskipun begitu, Popovich menolak untuk jumawa menanggapi pencapaian hebatnya itu. "Saya sudah berada di sini sejak lama dan saya sangat bersyukur bisa selalu mendapatkan pemain-pemain yang hebat. Itu adalah formula sukses saya sejauh ini."

RESPECT.

Fisher Sekelas Pelatih Tim Basket SMA?


(foto: gettyimages.ae)

Dulu selagi masih aktif sebagai pemain bola basket, nama Derek Fisher cukup harum. Eks point guard ini sempat menyumbangkan 5 cincin juara NBA bersama LA Lakers. Namun sebagai pelatih, tampaknya ia harus berusaha lebih keras untuk bisa menjadi yang terbaik. New York Knicks, tim yang kini ia latih, tengah terjembab di dasar klasemen wilayah timur.

Banyak pihak yang menilai bahwa pengangkatan Fisher sebagai pelatih itu terlalu prematur. Ini kian menjadi sulit ketika tim yang ia latih adalah Knicks, yang notabene merupakan salah satu tim raksasa di NBA. Mental Fisher seolah masih belum cukup kuat memimpin sebuah tim di kompetisi basket seketat NBA. Hal itu terlihat ketika beberapa waktu lalu timnya dikalahkan secara telak oleh Houston Rockets 120-96.

Saat sedang time out, Fisher tertangkap kamera tengah memberikan speech "absurd" kepada anak-anak asuhnya. Mengapa absurd? Karena kalimat pidatonya itu terkesan klise dan kurang "berisi". Seolah-olah Fisher tengah memotivasi sekumpulan bocah-bocah pebasket SMA. Berikut adalah petikan kalimat motivasi ala Fisher tersebut:

"Santai saja; ini hanyalah permainan bola basket. Peraturan pertandingannya sama, ukuran ring basketnya juga sama, bahkan mereka (para pemain lawan) juga mengenakan celana pendek yang sama dengan kalian. Jangan pedulikan mereka. Percayalah pada diri kalian sendiri, bahwa kalian bisa bermain dengan lebih baik."

Well, sepertinya Derek Fisher lupa bahwa mereka yang ia berikan motivasi tersebut adalah sekumpulan pebasket profesional bergaji tinggi.


Tuesday, 10 February 2015

Richard Insane Jalani Pola Hidup Sehat


(foto: ist)

Legenda streetball Indonesia, Richard AKA Insane, mengaku bahwa sudah 3 tahun belakangan ini ia menjalani pola hidup sehat. Dalam kurun waktu itu pula ia sudah tidak pernah mengonsumsi junk food alias makan saji. Ketika ditanya, apakah yang mendasari dirinya untuk menerapkan pola hidup sehat, maka ia menjawab secara sederhana saja.

"Sudah cukup bagi saya mengonsumsi makan cepat saji dan makanan 'enak' lainnya. Sekarang, cintailah hidupmu, cintai badanmu, sehingga nanti badanmu akan mencintai dirimu pula," ujar Richard. Mulanya, ia mengaku itu sulit sekali diterapkan. Namun, perlahan tapi pasti ia mulai terbiasa dan mendapatkan banyak hal positif dalam hidupnya dengan hidup sehat. 

Kini ia merasakan tubuhnya selalu sehat dan bertenaga. Sebab ia tidak hanya makan sehat, melainkan juga rutin berlatih di gym untuk memelihara kebugarannya. Pemain bola basket skillful ini juga rutin melakukan jogging atau mengikuti event lari di sela-sela kesibukannya bermain streetball. Wah, tentu gaya hidup sehat yang diterapkan sang legenda ini bisa kamu contoh di dalam keseharianmu juga, nih!

Kobe Nyaris Satu Tim dengan Jordan


(foto: ibtimes.com)

Terkuak fakta yang menyatakan bahwa Kobe Bryant hampir bergabung di dalam satu tim yang sama dengan Michael Jordan, pada tahun 2001 silam. Saat itu Jordan sudah berada di penghujung karirnya dan masih memperkuat Washington Wizards. Sedangkan Kobe, kala itu sudah 5 tahun memperkuat LA Lakers. The Black Mamba ingin mencari peruntungan dan tantangan baru di tim lain.

Pemain bola basket kelahiran Philadelphia tersebut padahal baru meraih 1 gelar championship bersama Lakers. Namun, ia sangat menginginkan kesempatan bermain bersama idola sekaligus mentornya, Jordan. "Bersama dirinya (Jordan) kami akan menjadi tim yang sangat kuat dan akan meraih banyak gelar championship," kata Kobe.

Alasan lain yang membuatnya terpikir hengkang dari Lakers adalah karena ia ingin lepas dari bayang-bayang Shaquille O'Neal. Saat itu publik menilai bahwa Kobe sangat bergantung pada sosok O'Neal. Kasarnya, Kobe tidak akan pernah bisa mendapatkan cincin juara bila tidak ada O'Neal di sampingnya. Itulah yang membuat tekad Kobe semakin bulat untuk bisa berdiri sendiri.

Akan tetapi, hingga kini keinginan Kobe itu tidak berujung pada kenyataan. Ia tidak pernah sekalipun berada di dalam satu tim yang sama dengan Michael Jordan. Dan ia pun tidak pernah meninggalkan Lakers sampai saat ini... dan mungkin hingga kelak ia memutuskan untuk pensiun. Kecintaan Kobe terhadap Lakers terlampau begitu besar hanya untuk menahan ego pribadinya tersebut.

Friday, 6 February 2015

Hawks Torehkan Rekor Baru NBA


(foto: gatorzone.com)

Bulan Januari lalu, Atlanta Hawks Pada bulan Januari kemarin, mereka sama sekali tak terkalahkan dengan mengemas kemenangan 17 kali beruntun. Kemenangan terakhir mereka dapatkan ketika menjamu Philadelphia 76ers, Sabtu (31/1). Dengan ini, tandanya Hawks telah membuat rekor baru di sepanjang sejarah NBA sebagai tim pertama yang mampu menorehkan 17 kemenangan dalam kurun waktu sebulan.

Meskipun demikian, Sixers memberikan perlawanan yang sengit kepada Hawks. "Tadi itu adalah laga yang keras. Tenaga para pemain sangat terkuras. Saya tidak tahu bagaimana kami melalui pertandingan tersebut, tapi yang jelas pada akhirnya kami mampu memenangkannya," ujar guard Hawks, Jeff Teague.

Al Horford, center Hawks, menjadi bintang laga dengan menyumbangkan angka tertinggi, 23 poin. Pemain bola basket berdarah Republik Dominika ini juga tak lupa memuji Teague, yang baginya sangat membantu kerjanya untuk mencetak angka. "Kami sempat sedikit terhambat saat menyerang, pada awalnya. Saya merasa bahwa saya harus berinisiatif mencetak angka. Jeff (Teague) menciptakan set up yang sangat bagus, dengan memberikan saya beberapa passing yang hebat."

Good job, Hawks!

Lampu Hijau untuk Paul George?


(foto: nba.com)

Larry Bird, Presiden Indiana Pacers, ditengarai telah memberikan izin bagi Paul George untuk kembali bermain pasca mengalami cedera patah kaki. Sebelumnya, diketahui bahwa George sudah bisa berlatih ringan dengan melakukan jump shot bahkan dunk, setelah menjalani masa recovery 7 bulan lamanya.

"Tampaknya dari minggu ke minggu kondisi Paul (George) terus membaik. Jadi, jika kami nantinya memiliki kesempatan masuk ke babak play off, maka bisa saya katakan bahwa siapa yang siap bermain, maka haruslah bermain," ujar Bird, yang mengaku tak akan menahan pemain bola basket andalan Pacers tersebut untuk kembali turun ke lapangan.

Meskipun begitu, Bird tidak memiliki petunjuk pasti kapan ia bisa segera bermain kembali. Legenda Boston Celtics ini pun juga belum mengantongi izin dari tim medis terkait kesiapan George. Namun, dari sang pemain sendiri, George, ia menyiratkan bahwa dirinya bisa kembali bermain di bulan Maret nanti. Hal ini terlihat dari postingan twitter Paul George yang berbunyi, "March?!"

Sementara itu, pelatih Pacers, Frank Vogel, malah pesimis swingman utamanya tersebut siap bermain di tahun ini. Tampaknya, Vogel lebih memilih untuk berhati-hati dan tidak ambil risiko pada kondisi George. Tim sebaiknya tidak terlalu gegabah dan buru-buru atas kemungkinan George kembali bermain, karena jelas Pacers lebih membutuhkan George dalam waktu jangka panjang. 

Monday, 2 February 2015

Shaq Kagumi Julius Erving


(foto: bleacherreport.com)

Kebanyakan pecinta basket ketika ditanya siapakah pebasket terhebat sepanjang masa, maka nama-nama seperti Magic Johnson, Michael Jordan, Larry Bird, hingga Kobe Bryant lah yang akan muncul. Tetapi ketika hal tersebut ditanyakan kepada Shaquille O'Neal, maka jawabannya, "none of them."

Lalu, siapa pemain bola basket terhebat sepanjang masa versi Shaq? "Ini hanya masalah pendapat. Bagi saya, Dr. J merupakan pemain terbaik yang pernah ada. Namun, ketika saya bertanya kepada orang-orang, maka mereka akan menjawab Jordan, Kobe, atau bahkan LeBron. Sekali lagi, ini hanya masalah pendapat saja."

Dr. J adalah nickname Julius Erving, legenda NBA yang besar di tim Philadelphia 76ers. Bukan tanpa alasan, Shaq begitu mengagumi sosok Erving. Forward legendaris yang kini sudah berusia 64 tahun tersebut adalah salah satu pebasket yang merevolusi turnamen NBA dengan gaya bermain akrobatiknya. Tak heran, sebab Erving memiliki latar belakang sebagai pebasket jalanan alias streetballer. Gaya tersebut nyatanya memberi warna baru di dalam dunia basket hingga kini.

Shaq memilih Julius Erving sebagai pebasket terbaik sepanjang masa. Bagaimana dengan Anda?


Tulang Wajah Rondo Retak


(foto: si.com)
Nasib kurang beruntung dialami oleh point guard Dallas Mavericks, Rajon Rondo, ketika timnya melawan Orlando Magic, Minggu (1/2). Di tengah laga, Rondo terjatuh ke lantai setelah kakinya tersandung oleh pemain bola basket Magic, Elfrid Payton. Tak lama setelah itu, wajahnya terbentur secara tak sengaja oleh lutut rekan setimnya sendiri, Richard Jefferson.

Alhasil, pertandingan dihentikan. Rondo pun tidak sanggup kembali bermain, dan ia segera ditarik keluar oleh tim medis. Diketahui, bahwa tulang orbital yang letaknya di dekat mata kiri serta tulang hidungnya, mengalami keretakan. Imbasnya, Rondo akan absen di beberapa pertandingan Mavericks berikutnya.
 
Pebasket berusia 28 tahun itu pun berusaha untuk legawa, padahal beberapa waktu lalu ia baru saja sembuh dari cedera tangan. Bahkan pada tahun lalu, saat ia masih berkostum Boston Celtics, ia absen bermain hampir sepanjang musim akibat cedera lutut parah.

"Rasa frustasi akibat cedera tangan telah berlalu, tapi beberapa hari ini saya merasa baik-baik saja," ucap Rondo. "Saya merasakan hal positif. Saya hanya memikirkan bagaimana saya bisa melalui cedera lututku, jadi cedera ini bukanlah apa-apa. Saya masih punya harapan yang tinggi."

Get well soon, Rajon Rondo!


Paul Pierce Sanjung John Wall


(foto: cbssports.com)

Pemain bola basket Washington Wizards, Paul Pierce, mengungkapkan kekagumannya kepada John Wall. Pebasket veteran yang pernah mengecap manisnya berkarir di Boston Celtics ini menyatakan bahwa meskipun dirinya adalah sosok senior di tim, namun Wall tetaplah pemain nomor satu Wizards saat ini.

"Ia (Wall) adalah pemimpin kami. Semua orang berbicara tentang si pemain senior Paul Pierce. Namun, bagi saya John Wall merupakan pemimpin kami yang sebenarnya," ujar Pierce. Di usianya yang sudah menginjak 36 tahun, Pierce memang sudah tidak bisa bergerak lincah seperti dulu. Kini ia sedikit mengubah gaya bermainnya yakni dengan banyak melakukan passing cerdas untuk rekan-rekannya.

Penilaian tinggi Pierce terhadap Wall bukan tanpa sebab. John Wall adalah aktor utama yang dapat membuat Wizards kini bertengger di papan atas Eastern Conference, yakni peringkat ketiga dengan torehan 31 kali menang dan 17 kali kalah. Sederhananya, para pemain Wizards lainnya mengorbit mengelilingi poros permainan yang dilakoni oleh Wall. 

Rasanya semua pecinta NBA setuju bahwa John Wall merupakan seorang point guard andal yang sudah membentuk talenta emasnya di usia muda. Jadi, cukup pantas jika ia dijadikan sebagai pemimpin timnya saat ini.


Sepatu Lining-Way Dwyane Wade


(foto: the305.com)

Kehebatan serta tentunya prestasi yang telah diraih Dwyane Wade telah mengukuhkan dirinya sebagai salah satu legenda NBA. Pemain bola basket Miami Heat ini sudah barang tentu menarik para produsen apparel untuk menjadikannya sebagai duta. Li-Ning, produsen apparel asal China, beruntung bisa menggaet shooting guard veteran ini.

Li-Ning menciptakan sepatu berdesain khusus untuk Wade, bernama Lining-Way of Wade. Berikut adalah ulasan mengenai sepatu ini:

  1. Material karet pada dasar sepatu cukup melekat, sehingga tepat dipakai di lantai lapangan yang clean.
  2. Bagian upper sepatu memiliki tampilan mewah dan indah, sekaligus dapat mencengkram kaki bagian bawah tulang kering dengan sangat baik, sehingga dapat mencegah engkel terkilir.
  3. Sepatu ini menggunakan bantalan busa yang tidak terlalu tebal, sehingga pemakai bisa bergerak secara eksplosif tanpa harus membebani kerja lutut.

Secara keseluruhan, sepatu ini menawarkan performa yang cukup baik. Meskipun ketersediaan sepatu Lining-Way of Wade ini juga terbatas di pasaran. Jadi, dibutuhkan effort lebih bagi siapapun yang ingin memiliki sepatu ini.